Screen Shot 2015-12-30 at 8.14.39 PM

Thank You 2015

Wow! Yeah, wow! Another year is nearing the end, giving another year to rise. Nggak kerasa ya? Perasaan baru kemarin saya tahun baruan di kostan Jakarta sama teman-teman kost, bakar-bakaran sosis, baso, dan jagung di deket mobil (yes, sama sekali nggak aman). Dan menjelang pergantian tahun ini saya udah ada di Kalimantan. Lumayan banyak yang terjadi di 2015, lumayan banyak yang berubah di 2015, dan banyak sekali hal yang bisa disyukuri di tahun 2015.

Sesuai dengan judulnya: Thank You 2015, kali ini saya nggak akan bahas tentang berapa banyak resolusi 2015 yang tercapai (karena sebenernya nggak ada yang tercapai juga sih! Hahahaha, darn!), saya cuma mau berterimakasih ke Tuhan untuk segala hal yang terjadi di tahun 2015.

Kalau mau ditulisin satu-satu hal-hal apa aja yang bisa saya syukuri di tahun 2015 ini, saya rasa skripsi juga bisa jadi kalah tebal. Buanyak banget mulai dari hal-hal kecil seperti masih bisa makan enak setiap hari, sampai masih dikasih kesempatan untuk buka mata di pagi hari dan ngelanjutin hidup di dunia ini. Tapi, kalau boleh lebih spesifik, ada hal-hal yang membuat 2015 sangat berarti buat saya. Boleh doong saya bikin listnya, and here it is:

Living With Unyu

IMG_2301

 

Yes, setelah pisah cukup lama mulai dari saya lulus kuliah, akhirnya saya merasakan lagi hidup 24/7 bareng sama Nanda, my one and only unyu on earth. My best friend, my sister, my role model, my fashion advisor, my make up artist, my EVERYTHING! What’s so special about this? Ya jelas karena Nanda ini adalah orang terdekat buat saya. Apalagi jaman kuliah dulu kita memang literally menghabiskan waktu barengan. Kuliah bareng, makan bareng, nonton bareng, tidur bareng (ok, that sounds wrong). Sejak lulus, kita pisah nih. Saya kerja di Jakarta, sementara Nanda sempat ke Jerman, lanjut kuliah di Australia juga dan akhirnya tahun ini kita bareng lagi!!! Yeaaayyy!!! Walaupun at the end saya pindah ke Kalimantan, but to know that our closest friend is within our reach (it only takes 1 hour flight from Kalimantan to Jakarta) is way more comforting than to be apart for miles, right?

Was it really nice to live with your bestfriend? Well, honestly speaking we fought A LOT! Hahaha. Hampir setiap hari berantemnya, berantemnya pun drama sekali (yes, saya yang buat dramanya). But thanks to those fights… The more we fight, the more we know that our friendship is way worthier than our pride. The more we fight, the more I know how much I love her and how much she loves me (aw, cheesy friendship).

So, thanks 2015 for giving my unyu back with me, and thanks for letting me know the deeper meaning of friendship.

Mudik to SUMBERREJO

IMG_1687.JPG

 

Ever since I started working, nggak mudah cari moment pas buat mudik karena saya orangnya malas ngatur schedule cuti. Hahaha. Tapi kembali ke Sumberrejo itu memang rasanya selalu bikin senang karena di sana saya merasa seperti artis ibu kota (haiyah). Dengan rambut merah yang mencrang orang-orang di sana wondering dan pada bilang, “Iko sopo to sing rambute abang? Artis ibu kota to?” hahaha norak ya saya? Bodo amat.

Tapi bukan itu sebenernya yang membuat saya suka sama mudik terutama ke Sumberrejo yaitu saya bisa ketemu lagi sama saudara-saudara yang mencar-mencar, bisa main sama Mama, Papa, dan adik saya, bisa hidup tenang dan santai, bisa makan enak dan murah, dan yang penting, setiap mudik, saya selalu merasa bersyukur bisa ada di titik saya sekarang ini. Nggak banyak orang yang seberuntung saya, bisa sekolah sampai lulus kuliah, bisa bekerja di perusahaan yang bagus, bisa dapat gaji yang lebih dari cukup untuk membiayai kehidupan sehari-hari saya yang jujur aja kadang agak berlebihan. Setiap saya ke Sumberrejo, orang tua saya selalu mengajak saya mengunjungi keluarga-keluarga yang kurang mampu. Di situ saya selalu merasa diingatkan bahwa seharusnya saya ini lebih banyak bersyukur daripada mengeluh. Makan bisa tiga kali sehari, nongkrong nggak kehitung seberapa sering, handphone lebih dari satu, sewa kos-kosan dengan fasilitas oke dan harga yang sama sekali nggak murah, kemana-mana pergi naik mobil, dan kemudahan-kemudahan lain yang bisa dapatin sekarang sementara di luar sana banyak banget orang yang untuk makan aja susah, pekerjaan kadang ada kadang nggak, rumah satu petak dihuni sama lima orang.

So, thanks 2015 for giving me a lesson to be grateful.

8 Years of Friendship

IMG_2325.JPG

Dimulai dari pertemanan delapan tahun yang lalu dan masih ada untuk saya sampai saat ini. What can I ask you for more, guys? Knowing that you’re always there, not leaving me despite of how busy you are, I am forever thankful to God for giving me amazing friends like you.

Ditengah-tengah kesibukan masing-masing, masih nyempatin diri cuma untuk sekedar hang out nggak jelas, random trip, foto-foto bareng, ngobrol ngalor ngidul sampai bahas filosofi hidup. We can do nothing to anything as long as we have each other.

Terimakasih 2015, karena mereka masih ada bareng sama saya dalam keadaan apapun, baik senang maupun senang banget.

New Place New Experience

MIXP6903.jpg

Siapa yang mengira saya akan hijrah dari ibukota ke pedalaman? Hahaha, bukan pedalaman banget sih tapi Kalimantan. I mean, come on! Sebagai orang yang dari kecil hidup di Pulau Jawa, begitu saya denger saya dipindahin ke Kalimantan, yang ada di kepala saya cuma satu: Sarasvvati masuk hutan! Saya akan temenan sama bekantan!!! Hahahaha But well, kalau kata pepatah lama, “tak kenal maka tak sayang”. Damn right. Kalau saya nggak pernah ke Kalimantan, saya nggak akan pernah tau betapa bagusnya sisi lain dari Indonesia.

Semua kekesalan saya begitu mendengar kabar saya ditugaskan ke Kalimantan segera terobati begitu saya menemukan keindahan yang selama ini nggak bisa saya temui di kota besar terutama Jakarta. Mulai dati hal paling simple deh: jalanan kosong. Iya, sejak tahun 2011 saya di Jakarta sampai dengan saya dipindahkan kemarin, nggak seharipun saya lewati tanpa bermacet-macetan. Tapi begitu saya di Kalimantan, sepertinya sayan nggak akan bisa kosa kata ‘macet’ untuk sementara akan hilang dari kamus saya. Jalanan lega dan kosong. Dan ternyata secara infrastruktur, Kalimantan sudah oke lho! Jalanannya bagus dan lebar! Bandaranya sedang dalam renovasi untuk lebih layak jadi Bandara Internasional. Dan yang paling penting: alamnya masih asri.

Ditengah-tengah kesibukan saya wara-wiri sama pekerjaan, saya selalu aja bisa tenang begitu saya melihat sekitaran saya: masih banyak pohon, dan langitnya biru. Perjalanan bisnis antar kota seperti dari Pontianak – Singkawang, Banjarmasin – Palangkaraya, Balikpapan – Samarinda, Samarinda – Bontang, dll pun bisa sangat saya nikmati karena sepanjang perjalanan saya terus menerus disuguhi alam yang masih asli. Coba bayangkan kalau perjalanan antar kotanya Jakarta – Serang, atau Bandung – Jakarta, yang ada emosi karena macet.

Di area yang baru ini juga saya merasa diberi kesempatan untuk sedikit bernapas dari tekanan pekerjaan. Hahaha, nggak bisa dipungkiri, kerja di Jakarta memang jauh lebih menantang, problem yang muncul lebih dinamis, tapi sepertinya pindah ke Kalimantan ini adalah hadiah dari Tuhan untuk saya yang tahun-tahun kemarin sudah hampir botak mikirin Jakarta (in fact, saya udah sempat mulai ubanan kemarin, crap! I am 25 year-old and my hair starts to get white???).

Terimakasih 2015, karena memberi saya jeda untuk bernapas, jeda untuk menikmati hidup, jeda untuk mengenal sisi lain dari Indonesia.

Seperti yang saya bilang sebelumnya, kalau saya tulis hal-hal yang bisa saya syukuri, skripsi pasti kalah tebal. Jadi, sampai di sini dulu aja ya postingan saya (endingnya nggak banget). Hahaha, in short, 2015 is another part of unforgettable journey in my life. There would be no regrets, but lessons. Semua yang terjadi di 2015 ada hikmahnya dan harapannya akan bisa membuat saya jadi pribadi yang lebih baik lagi di tahun-tahun berikutnya.

Jadi, terimakasi Tuhan atas tahun yang luar biasa. Semoga segala hal yang terjadi di tahun ini bisa membuat saya menjadi pribadi yang lebih baik di tahun-tahun berikutnya. Amin…

Sapi dan Babi

To My One Year Older Unnie

Dear My Best Unnie on Planet,

I’ve known you for as long as I remember and there’s no other person deserving of having a perfect day like you today because it’s your birthday! Yeaaaayy!!! Happy turning 26, Unyu! Since we always share everything, everything yours means mine as well, so your birthday is a special day for me too, and this year’s birthday even be more special because we finally in one country again! Even though I can’t give you surprise and I believe that I’m not the first one congratulating you today, but I’m sure I’ll be the one and only who post this long and sweet message for you. LOL. Continue reading

Human Error

Human Error: Konstraksi

Ajeng: Hahaha aku ketawa sampe telinga aku konstraksi lah!!!
Nanda: Ha? Konstraksi?
Ajeng: Kontraksi deng bukan konstraksi hahaha
Nanda: Hahahahaha! Iyaaa makanya aku bingung apaan itu konstraksi? Kayak bangunan aja.
Ajeng: Bangunan? Konstruksi?
Nanda: Hahahahaha eh iya konstruksi!! Udah kerja, udah S2, tetep aja oon ya kita!

7372530d-b58f-46c5-8b70-512b9ebb6d75

6 Years and Still Counting

Menjadi tidak produktif hari ini sepertinya membawa dampak yang nggak terlalu buruk buat saya. Terbukti dengan munculnya tulisan ini di notes iPhone saya dan maybe a little bit later, akan mengisi page tumblr saya.

So, I really had nothing to do for these couple days (except on Saturday because I really wanted to support my friends in a cover dance competition, and I almost fainted) because I was sick. Sakit yang at the end mengharuskan saya berhenti total minum kopi dalam beberapa waktu ke depan. Damn it! Saya pasti nggak akan bisa nurut untuk hal yang satu ini. Come on! No coffee??!! Do you know that I have known that tempting black liquid since I was seven or eight or well, how old I was when I was in 3rd grade of elementary school? God. And these 4 days are pretty hard without its scent and taste in the morning. Oh Doctor, it is my booster!!!

Well, enough crankiness about coffee. Losing my morning coffee routine started it all. It made me think, “How could I start my day without my daily booster?” I tried to imagine it, and yes, saya memang terlalu berlebihan untuk masalah tidak-memulai-pagi-tanpa-kopi. Saya pasti bisa sih memulai hari saya tanpa kopi. Ini cuma masalah kebiasaan aja. Toh saya cuma kehilangan secangkir kopi di pagi hari, bukan kehilangan pacar (dan memang nggak punya) ataupun sahabat. Nah, gara-gara ini saya jadi bertanya-tanya lagi, “What would I be without my boosters? My crayons? My closest friends?”

Lalu saya flashback beberapa tahun lalu, sewaktu saya masih berambut keriting nggak jelas (kalau nggak mau dibilang kribo), berat badan 80kg, cuma punya kaos gede, celana jeans, dan jaket di dalam lemari, selalu pakai (dan cuma punya) converse karena nggak mau pakai sepatu cewe. Siapa yang pernah nyangka anak perempuan berumur 17 tahun itu bakalan kaya sekarang, perempuan berusia 23 tahun, nggak cantik-cantik amat, tapi beratnya udah nggak 80kg lagi, rambutnya udah lurus (kecuali setelah keramas) karena sudah mengerti teknologi yang bernama catokan, isi lemarinya nggak lagi cuma kaos, jeans, dan jaket, sekarang udah ditambah dress, blouse, cardigan, hot pants, tank top, dll, dan masih punya sepatu converse tapi jauuuuh lebih sering pakai sepatu cewe, dan udah bisa pake high heels. Kalau saya nggak ketemu sama sekelompok orang luar biasa yang nggak pernah ada capeknya ngurusin saya, I would not be like what I am right now. That’s indisputable.

Nggak kerasa enam tahun bareng sama mereka, berhasil membawa perubahan besar ke diri saya. Enam tahun yang luar biasa, enam tahun yang dipenuhi dengan debat, diskusi, berantem, saling support, bercanda nggak penting, habisin waktu di coffee shop sampai diusir karena mau tutup, dan above all enam tahun yang penuh kasih sayang. Mungkin agak jijik denger kata “kasih sayang”. Tapi, apa kata yang paling tepat untuk menjelaskan kesabaran orang-orang ini yang tetap selalu ada disamping saya setelah sekian banyak naik-turun yang terjadi selama enam tahun ini selain kata “sayang”?

Enam tahun ini, nggak pernah sedetikpun saya nggak merasa bersyukur karena memiliki mereka. Orang-orang yang menerima saya apa adanya, sabar perlahan-lahan masuk ke dalam benteng yang sudah bertahun-tahun saya bangun, membiasakan saya untuk bercerita ketika saya butuh bersuara, memeluk saya ketika saya runtuh, mendengarkan saya merajuk ketika saya manja, menampar saya jika saya berbuat salah, menggandeng tangan saya ketika saya takut melangkah, membangunkan saya ketika saya terjatuh, dan tidak pernah sekalipun meninggalkan saya dalam keadaan apapun. Dan itu semua membuat saya belajar untuk menjadi saya yang lebih baik, saya yang lebih peduli pada orang lain, saya yang bisa menyayangi diri saya lebih dari sebelumnya, membuat saya percaya, dan membuat saya menyayangi mereka.

Untuk semua hal yang terjadi selama enam tahun ini, I still cannot give something in return. Only thanks and thank you that I can give. I know that you know how much I cherish this friendship.

“The BFF Martini
If I could take a glass and make one special cocktail with the mixture of Thank You, You’re the Best, What Would I Be Without Our Endless Discussion and I Think I’ll Be Fine As Long As You’re Around . I would.
And I would hand over the glass to you. So you’d really know what I feel about our friendship.
It’s like the best cocktail ever. In hell, heaven, and on earth.
It really is.”
– Kristy Nelwan

And I’d hand over the glass to you: @shinanandana, @elisabethpauli, @gathoRT, @bejenk_a
Cheers for these amazing six years.

tumblr_lgz5yhczrr1qzooevo1_1280

Idiot Birthday Wishes for My Best Idiot :)

Kepada pelanggan Bank Sarasvvati yg terhormat, berdasarkan database yg kami miliki, hari ini adalah hari ulang tahun anda. Dengan ini, kami segenap karyawan dan management Bank Sarasvvati mengucapkan selamat ulang tahun, semoga saldo tabungan anda meningkat. AMEN!

Berikut kami lampirkan pesan khusus dr Direktur Utama Bank Sarasvvati, Ajeng Saraswati Putri, S.IP:

Dear babetos, you’re going old! Hahaha! I wish I can be with you on one of special days in your life. But this 2012 scenario tells the opposite that we’re now apart miles away so if I want to send something to you it will be costly and take time. But there’s something I am now sending with no cost and take less than a blink of an eye to be delivered: prayers and wishes. Oh, and those prayers and wishes are not delivered to you anyway, I send it to God and cc’d it to you.

I don’t have many prayers and wishes for you. The first one is I wish you won’t be change. You keep saying “people change”. Yes they are, but not you. This idiot yet fun and curious joker girl is babetos whom I know. Don’t change. Don’t stop your curiosity, it will lead you to a broader mind. Don’t stop being a fun person, this world need fun people to keep the day shine even when bad news spread. Some people see Joker as an unwanted card in card games. But if it doesn’t  exist then the card game will have less excitement, less vary, it just wouldn’t be the same. And my life, and this whole life would be totally different if you’re not here with us. Keep being babetos, because you’re worth so much for every single person you’ve known in life.

I wish you to keep being true. I don’t expect you to be true to everyone. Just be true to yourself. Hear what your mind and your heart say, others’ opinions are just references. It’s you living your life not them living your life. Keep being true to yourself, then you will know what you want and what you don’t want. And keep believing that it will lead you to the right path.

People love to judge. They can criticize but don’t let their judgement make you down. Hear the critics, ask feedbacks, admit your weakness, improve your strength. Let them see that as much as they criticize, you’re improved beyond their expectation.

Life is full of humor. Lots of funny things happen in life, bring you up and down, sometimes upside down. Face it, don’t run from it. Once you know how to walk upside down, then walk with your feet will be much easier to be done. So, if you feel God plays with you and ask you to walk upside down, don’t give up, keep walking.

I don’t know what I have to wish for. All I know is what ever it is, your choice, your wishes, your wants, are the best for you. You know yourself much better than anybody else on earth. So every single wish you say, I will say Amen to that because I believe 23 is not just the number, you’ve been a life learner for 23 years and not even a single second is wasted to learn about life, so you should have known what wish suits you the best for this year 🙂

Happy 23rd birthday babetos!!!! Sorry that I can’t give you anything but prayer. May God always bless and love you!

GBU, inaaaang :*

Psntren n RokNRol #1

@elisabethpauli mentioned you on twitter

So, my idiot fellow tweeted me today:

“what’s your #qualitytime when you’re with your friends?”

She really is idiot for asking that via twitter since the answer wouldn’t be enough to be written in only 140 characters. Or is it me, who’s more idiot than her that I can’t summarize things I’m about to write here?

Well, forget about who is more idiot than who. I’m answering her question here:

Simply, my quality time is having most of my time with the person I am close to such as:

  • Doing idiotic stuffs
  • Talking nonsense
  • Having heart to heart conversation
  • Eating some yummy foods (1 food for all, makan ga makan asal ngumpul)
  • Job consultation
  • Being honest and true about everything without being afraid of accusation or judgement
  • Having conversation about life
  • Having love talks
  • Talking nonsense again
  • Doing more idiotic stuffs
  • And doing and talking whatever we want

The list doesn’t have to be done in order. The list doesn’t have to be completed. Yet, I will still have my quality time with them, because those people are just precious and my time is also precious. In conclusion I have my time and I have them with me, which means I have 2 precious things at once. Why should I ask for more?

Yeay Bali! Wait, YEAY RENDEZVOUS!!

Having a break in the middle of routine is such a heavenly moment! So I had this break to Bali for 3 days with Dodie, my friend from university. I didn’t go to many places in Bali since I didn’t really have plan about where to go and worse, my friend in Bali (Nanda) doesn’t really know how to get to any places in Bali except her own home. Haha!

Well, people asked about how was my holiday, how many places I visited, did I enjoy my holiday, etc. Yes, I enjoyed my holiday so much, but I didn’t regret that I didn’t visit too many places there. As matter a fact what made me extremely enjoyed it is because I finally could have a rendezvous with my best best friend on earth!!! OK it’s only been 3 months since the last time we saw each other but I really miss our togetherness. But there was one thing missing when I was in Bali. My another best friend, Babet couldn’t go with us because she hadn’t got to get annual leave from her office. Wish she could be there with us because we know things would be waaayy more exciting!

Hope three of us can make another holiday completely because I really miss us

#KRAYONKU

This Year Birthday Gift

March 10th was my 22nd birthday (Gosh, I’m old!!). I was not prepared to face another chapter of my life because I heard some unpleasant news days before my birthday.

But thanks God, I still got birthday surprise from my work mate. Even Kak Bornok who resigned exactly one day before my birthday was there and involved for the surprise. It really was something. And those birthday wishes from friends and family really brighten up my day.

But above all, I’ve got something more than cadeaux. I asked God days before my birthday: “Dear God, this year gift is not another lost, isn’t it?” I am always afraid of losing something (or someone) and I got a big big feeling that I’m gonna lose something. Well, yes I lose something but guess what I’ve got in return? New friends, lessons and experiences!

New friends in a totally new environment. What’s different between friends in university and workplace? in workplace, your friends are those who work with you, you’re related to them because you need their help and vice versa. But my friends here are not just working partners. We’re literally friends. I can share my stories to them, I know that they’ll cheer me up everytime I’m down (because of my own sill expectation to myself). I know I won’t be alone here.

Lessons. Working with people older than you means you can have a shortcut to know about things that will come years later. Learned about things I’ve never knew. Simply, it feels like take a peek to something I’ll face in the future. Some down feelings I’ve felt also make me learn how to deal with myself. I also learn how a company works. Oh, and I learned something about friendship and relation ship. People might come and go. But they actually never really go. It depends on you, whether you wanna keep on touch with them or not. Even if they go far far away and you can’t see their face again, they actually there with you all the time. They live in your memory. I’ve been taught lots of things.

Experience. My best teacher. How can I say experiences while It’s only been 4 months since I joined the company? It’s nothing compared to those who’ve been worked for years. But, in this 4 months I got so many chances to have more experiences than I expected (including have a face to face meeting with the Global Vice President).

And above those gift, God doesn’t even forget to taught me how to be grateful.

Dear God, thank you. I know this year will be tough. But I also know that You make it tough because you want to make me a better person, don’t You? 🙂