Thank You 2015

Wow! Yeah, wow! Another year is nearing the end, giving another year to rise. Nggak kerasa ya? Perasaan baru kemarin saya tahun baruan di kostan Jakarta sama teman-teman kost, bakar-bakaran sosis, baso, dan jagung di deket mobil (yes, sama sekali nggak aman). Dan menjelang pergantian tahun ini saya udah ada di Kalimantan. Lumayan banyak yang terjadi di 2015, lumayan banyak yang berubah di 2015, dan banyak sekali hal yang bisa disyukuri di tahun 2015.

Sesuai dengan judulnya: Thank You 2015, kali ini saya nggak akan bahas tentang berapa banyak resolusi 2015 yang tercapai (karena sebenernya nggak ada yang tercapai juga sih! Hahahaha, darn!), saya cuma mau berterimakasih ke Tuhan untuk segala hal yang terjadi di tahun 2015.

Kalau mau ditulisin satu-satu hal-hal apa aja yang bisa saya syukuri di tahun 2015 ini, saya rasa skripsi juga bisa jadi kalah tebal. Buanyak banget mulai dari hal-hal kecil seperti masih bisa makan enak setiap hari, sampai masih dikasih kesempatan untuk buka mata di pagi hari dan ngelanjutin hidup di dunia ini. Tapi, kalau boleh lebih spesifik, ada hal-hal yang membuat 2015 sangat berarti buat saya. Boleh doong saya bikin listnya, and here it is:

Living With Unyu

IMG_2301

 

Yes, setelah pisah cukup lama mulai dari saya lulus kuliah, akhirnya saya merasakan lagi hidup 24/7 bareng sama Nanda, my one and only unyu on earth. My best friend, my sister, my role model, my fashion advisor, my make up artist, my EVERYTHING! What’s so special about this? Ya jelas karena Nanda ini adalah orang terdekat buat saya. Apalagi jaman kuliah dulu kita memang literally menghabiskan waktu barengan. Kuliah bareng, makan bareng, nonton bareng, tidur bareng (ok, that sounds wrong). Sejak lulus, kita pisah nih. Saya kerja di Jakarta, sementara Nanda sempat ke Jerman, lanjut kuliah di Australia juga dan akhirnya tahun ini kita bareng lagi!!! Yeaaayyy!!! Walaupun at the end saya pindah ke Kalimantan, but to know that our closest friend is within our reach (it only takes 1 hour flight from Kalimantan to Jakarta) is way more comforting than to be apart for miles, right?

Was it really nice to live with your bestfriend? Well, honestly speaking we fought A LOT! Hahaha. Hampir setiap hari berantemnya, berantemnya pun drama sekali (yes, saya yang buat dramanya). But thanks to those fights… The more we fight, the more we know that our friendship is way worthier than our pride. The more we fight, the more I know how much I love her and how much she loves me (aw, cheesy friendship).

So, thanks 2015 for giving my unyu back with me, and thanks for letting me know the deeper meaning of friendship.

Mudik to SUMBERREJO

IMG_1687.JPG

 

Ever since I started working, nggak mudah cari moment pas buat mudik karena saya orangnya malas ngatur schedule cuti. Hahaha. Tapi kembali ke Sumberrejo itu memang rasanya selalu bikin senang karena di sana saya merasa seperti artis ibu kota (haiyah). Dengan rambut merah yang mencrang orang-orang di sana wondering dan pada bilang, “Iko sopo to sing rambute abang? Artis ibu kota to?” hahaha norak ya saya? Bodo amat.

Tapi bukan itu sebenernya yang membuat saya suka sama mudik terutama ke Sumberrejo yaitu saya bisa ketemu lagi sama saudara-saudara yang mencar-mencar, bisa main sama Mama, Papa, dan adik saya, bisa hidup tenang dan santai, bisa makan enak dan murah, dan yang penting, setiap mudik, saya selalu merasa bersyukur bisa ada di titik saya sekarang ini. Nggak banyak orang yang seberuntung saya, bisa sekolah sampai lulus kuliah, bisa bekerja di perusahaan yang bagus, bisa dapat gaji yang lebih dari cukup untuk membiayai kehidupan sehari-hari saya yang jujur aja kadang agak berlebihan. Setiap saya ke Sumberrejo, orang tua saya selalu mengajak saya mengunjungi keluarga-keluarga yang kurang mampu. Di situ saya selalu merasa diingatkan bahwa seharusnya saya ini lebih banyak bersyukur daripada mengeluh. Makan bisa tiga kali sehari, nongkrong nggak kehitung seberapa sering, handphone lebih dari satu, sewa kos-kosan dengan fasilitas oke dan harga yang sama sekali nggak murah, kemana-mana pergi naik mobil, dan kemudahan-kemudahan lain yang bisa dapatin sekarang sementara di luar sana banyak banget orang yang untuk makan aja susah, pekerjaan kadang ada kadang nggak, rumah satu petak dihuni sama lima orang.

So, thanks 2015 for giving me a lesson to be grateful.

8 Years of Friendship

IMG_2325.JPG

Dimulai dari pertemanan delapan tahun yang lalu dan masih ada untuk saya sampai saat ini. What can I ask you for more, guys? Knowing that you’re always there, not leaving me despite of how busy you are, I am forever thankful to God for giving me amazing friends like you.

Ditengah-tengah kesibukan masing-masing, masih nyempatin diri cuma untuk sekedar hang out nggak jelas, random trip, foto-foto bareng, ngobrol ngalor ngidul sampai bahas filosofi hidup. We can do nothing to anything as long as we have each other.

Terimakasih 2015, karena mereka masih ada bareng sama saya dalam keadaan apapun, baik senang maupun senang banget.

New Place New Experience

MIXP6903.jpg

Siapa yang mengira saya akan hijrah dari ibukota ke pedalaman? Hahaha, bukan pedalaman banget sih tapi Kalimantan. I mean, come on! Sebagai orang yang dari kecil hidup di Pulau Jawa, begitu saya denger saya dipindahin ke Kalimantan, yang ada di kepala saya cuma satu: Sarasvvati masuk hutan! Saya akan temenan sama bekantan!!! Hahahaha But well, kalau kata pepatah lama, “tak kenal maka tak sayang”. Damn right. Kalau saya nggak pernah ke Kalimantan, saya nggak akan pernah tau betapa bagusnya sisi lain dari Indonesia.

Semua kekesalan saya begitu mendengar kabar saya ditugaskan ke Kalimantan segera terobati begitu saya menemukan keindahan yang selama ini nggak bisa saya temui di kota besar terutama Jakarta. Mulai dati hal paling simple deh: jalanan kosong. Iya, sejak tahun 2011 saya di Jakarta sampai dengan saya dipindahkan kemarin, nggak seharipun saya lewati tanpa bermacet-macetan. Tapi begitu saya di Kalimantan, sepertinya sayan nggak akan bisa kosa kata ‘macet’ untuk sementara akan hilang dari kamus saya. Jalanan lega dan kosong. Dan ternyata secara infrastruktur, Kalimantan sudah oke lho! Jalanannya bagus dan lebar! Bandaranya sedang dalam renovasi untuk lebih layak jadi Bandara Internasional. Dan yang paling penting: alamnya masih asri.

Ditengah-tengah kesibukan saya wara-wiri sama pekerjaan, saya selalu aja bisa tenang begitu saya melihat sekitaran saya: masih banyak pohon, dan langitnya biru. Perjalanan bisnis antar kota seperti dari Pontianak – Singkawang, Banjarmasin – Palangkaraya, Balikpapan – Samarinda, Samarinda – Bontang, dll pun bisa sangat saya nikmati karena sepanjang perjalanan saya terus menerus disuguhi alam yang masih asli. Coba bayangkan kalau perjalanan antar kotanya Jakarta – Serang, atau Bandung – Jakarta, yang ada emosi karena macet.

Di area yang baru ini juga saya merasa diberi kesempatan untuk sedikit bernapas dari tekanan pekerjaan. Hahaha, nggak bisa dipungkiri, kerja di Jakarta memang jauh lebih menantang, problem yang muncul lebih dinamis, tapi sepertinya pindah ke Kalimantan ini adalah hadiah dari Tuhan untuk saya yang tahun-tahun kemarin sudah hampir botak mikirin Jakarta (in fact, saya udah sempat mulai ubanan kemarin, crap! I am 25 year-old and my hair starts to get white???).

Terimakasih 2015, karena memberi saya jeda untuk bernapas, jeda untuk menikmati hidup, jeda untuk mengenal sisi lain dari Indonesia.

Seperti yang saya bilang sebelumnya, kalau saya tulis hal-hal yang bisa saya syukuri, skripsi pasti kalah tebal. Jadi, sampai di sini dulu aja ya postingan saya (endingnya nggak banget). Hahaha, in short, 2015 is another part of unforgettable journey in my life. There would be no regrets, but lessons. Semua yang terjadi di 2015 ada hikmahnya dan harapannya akan bisa membuat saya jadi pribadi yang lebih baik lagi di tahun-tahun berikutnya.

Jadi, terimakasi Tuhan atas tahun yang luar biasa. Semoga segala hal yang terjadi di tahun ini bisa membuat saya menjadi pribadi yang lebih baik di tahun-tahun berikutnya. Amin…

Rumah Sakit (Lucu) Pondok Indah

Kemarin-kemarin gue baru aja nginep di Rumah Sakit Pndok Indh (disingkat RSPI, ya sudah lah ya, lo pasti tau Rumah Sakit yang gue maksud ini). Gue nginep hampir seminggu gara-gara DBD + typhus. Iyap, dua-duanya sekaligus! Gue memang anaknya efisien yah? Well, daripada gue mulai ngalor ngidul nggak jelas mari kita bercerita dari awal gue sakit biar timelinenya nggak loncat-loncat. Oiya, to be Frank, cerita ini pure tentang Dokter-dokter dan suster-suster lucu yang ada di rumah sakit ya. Jadi kalau teman-teman yang kemarin menjenguk dan nemenin gue selama di RS nggak kesebut maafkan… Nanti ada credit thanks to kok di akhir cerita. 🙂 OK! Mulai bercerita! Continue reading

All The Love in The World

“I’m not looking for someone to talk to. I’ve got my friends, I’m more than okay. I’ve got more than a girl could wish for. I live my dreams, but that’s not all they say.

Still I believe. I’m missing something real. I need someone who really sees me.”

Only that part. Once again, only that part. It’s enough to represent it. It’s enough. 🙂

Me From Willow’s Druid Horoscope

Willow’s Druid horoscope

The hardy and flexible Willow bends without breaking. Its supple beauty is graceful and calming. Yet it is not Willows’ looks that attract people; it is Willows’ unique singularity that makes this sign stand out. Willow people are full of mystery and inexplicable charm, and that is the main reason why they are always surrounded by admirers.

The Willow Tree is usually associated with water, as it is often found in watery environments. Those creatures that typically surround water are thought to be more spiritually and psychically connected, and so many of the people born under this sign are highly intuitive, and they follow their intuition more than they would follow logic. The Willow Tree is a powerful sign, despite its fragile appearance. Willows are highly emotional and very responsive to physical sensations; they are very sensually oriented. They enjoy bathing in the sun, basking in the cool water, and inhaling exotic aromas.

Willow Tree people are more inclined to trust their feelings than their logic. Although they seem to be gentle and defenseless, in reality they are tough and determined people. It may not always be obvious, but Willows are almost always pursuing a goal, which they tend to keep top-of-mind. Willow people are quite reserved; they don’t like to order others around. At the same time, they can lose their tact unexpectedly and may say something they will regret later. Remaining Willows’ friend is not an easy task. Willows don’t accept compromises and never change their habits; even for the people they love the most. When it comes to asking for help Willows can be very persistent and straightforward; but as soon as their problem gets resolved, Willows would go right back into their dream state of mind. They will keep emotional distance with others as long as they are not in need. It may be very tempting to reach out and help a weak and dependent Willow; but it may turn out that Willow is only putting on a game. People of this sign are usually capable of dealing with their own problems, but what for? There are plenty of people willing to resolve Willow’s issues! Willows despise dull, everyday feelings. They tend to blow things out of proportion; they tend to exaggerate every single emotion.

Even if they don’t admit it, Willow people are masochists. They yearn for heartache; they feed off the suffering; they thrive in separation. They would do anything to feel more alive.

— Copyright © DailyHoroscope. Download it now — http://bit.ly/DHmobile

I am masochist? Uh, oh… No wonder…

Kemana Aja Gue?

Gue baru aja iseng-iseng main ke blognya Bena. Dan gue pun tanpa sadar jadi flashback ke masa lalu. Sekitaran tahun 2008 kalau nggak salah, pertama kalinya nemu blognya Bena. Waktu itu gue gue masih 18 tahun, masih punya buanyak banget blog baik di friendster (oh my God!), blogger, livejournal, multiply, dan wordpress. 

Tanpa sengaja, waktu itu gue nyasar ke blognya Bena yang belom serame sekarang, tapi udah pake domain .com aja, nggak kayak gue yang masih amatiran pake semua blog gratisan yang disediain di internet. Gue komen di salah satu postingan dia, dan dibales, dia juga beberapa kali main ke blog gue di blogger (yang sekarang udah gue hapus karena gue malu banget menyadari bahwa gue dulu alay banget) dan komen di beberapa post gue.

Gue juga sempet ngobrol-ngobrol sama Bena untuk nanyain cara-cara ngulik tampilan blog biar jadi menarik. Kadang ngobrol ngalor-ngidul nggak jelas. Habis itu, gue mulai males blogwalking, ngeblog cuma di multiply aja itu pun jarang. Blog-blog gue yang lain pun jarang banget gue isi. Sampai akhirnya gue nemu tumblr dan mulai rajin ngeblog lagi (walaupun cuma reblog doang). Dan, ya gue lose contact sama Bena.

Lalu, baru aja tadi… Baruuuu bangeeeeeeeeett!!! gue iseng googling “blogger terbaik indonesia”. Dan gue menemukan blognya Bena adalah salah satu dari blog terpopuler di Indonesia! Wah! Kemana aja gue?

Iya, kemana aja gue? Padahal dulu gue sama Bena start ngeblognya aja duluan gue, tapi sekarang dia udah jadi blogger terpopuler di Indonesia, sementara gue gini-gini aja. Masih ngeblog kalo pengen doang. Belom punya fans, walaupun follower twitter gue 2000 (tetep nyombong). Tapi, ini pelajaran sih buat gue.

Gue dan Bena punya kesamaan. Kita berdua sama-sama suka nulis. Kita berdua sama-sama suka ngeblog. Kita berdua sama-sama suka sharing di dunia maya. Tapi ada satu perbedaan mencolok antara gue dan Bena. Bena konsisten menjaga blognya biar tetep keisi sama tulisan-tulisan dia (dan sekarang merambah ke video interaktif dan juga online radio), sementara gue boro-boro konsisten. Syukur-syukur kalo gue inget gue punya blog, dan inget registered email dan passwordnya hahaha.

Dari situ gue menyadari dan belajar satu hal: Consistency. Iya, konsisten, kon-sis-ten. Itulah yang gue nggak punya. Konsistensi itulah yang dipunyai oleh kebanyakan orang-orang sukses baik di dunia maya maupun dunia nyata. Mereka nggak pernah berhenti melakukan apa yang mereka kerjakan di awal. Sementara gue, dalam itungan bulan atau bahkan minggu (even dalam hitungan hari!), bisa aja bosen dan stop ngelakuin hal yang udah gue mulai.

Baiklah, berhubung ini masih Bulan Januari, boleh dong gue tambahin resolusi tahun 2013 ini (walaupun sebenernya gue nggak punya resolusi apa-apa selain mencoba janji sama diri gue sendiri untuk kembali rajin nge-gym) untuk belajar konsisten untuk kembali rajin baca buku dan rajin nulis lagi. Rajin ngisi blog gue lagi. Walaupun gue nggak punya pembaca setia, walaupun blog gue nggak pernah dikomenin sama orang, nggak ada salahnya konsisten nulis di blog. Bukan untuk nyari popularitas, tapi untuk belajar konsisten, dan belajar nulis lagi. Toh, gue pernah punya mimpi untuk jadi penulis dan sebenernya mimpi itu nggak pernah ilang sepenuhnya cuma semakin dipenuhi keragu-raguan aja karena gue merasa uninspired belakangan ini.

Jadi, semoga aja tahun 2013 ini, tumblr gue akan mulai terisi oleh cerita-cerita gue baik yang penting ataupun nggak, inspiring ataupun nyampah, bahasa inggris ataupun bahasa Indonesia, yang jelas blog ini harus ke-isi seenggaknya seminggu sekali. Dan gue harus bisa. Ya gue harus bisa dan pasti bisa. Masa update blog seminggu sekali aja gue nggak bisa? Malu sama history gue yang udah mulai ngeblog bahkan dari jaman orang buka internet cuma untuk friendster-an aja. 

Thanks God for giving back my soul every morning so I can keep on living until the end of 2012 and the beginning of 2013. May 2013 be fabulous for us. Amen.

2012: Not just another year that will be passed

It’s December 27 already. That means 2012 is about to reach the end. But as the year pass, like what I mention in the title, It’s not just another year that will be passed. I’ve got more than 362 days that have been through. Lessons, love, happiness, sadness, tears, joy, efforts, and dreams have been fill the days. And I believe 4 days remaining to 2013 will still be filled with more of them.

And I can’t stop thanking God for always giving me days to be lived along 2012.

Experiencing work

Maybe being a career woman is not really my dream. But having a job in a big company, lovely environment, supporting colleagues, and good salary, is such an amazing experience. Yes, I am tired and sometimes stress out. But, beneath that it leads me to be a better me. To learn more, to understand more, to make more efforts, to know that I will never get enough thing to learn if I will.

Holiday to Bali

Having a job means have money. Hahaha, yes, I use my first saving to go to Bali to visit my best-best-best-est friend on earth with my very own money.

Rendezvous with Kristy Nelwan

After years we didn’t see each other, I finally could see her in person again. Share lots of things about life, work, and love. Yes, love… My best “Love Doctor” on earth. Thanks Aunty!

Go to MINI Countryman Launching Party

Hahahaha, It’s MINI! My dream car. So, it’s normal to be over-excited about it, isn’t it?

Holiday to Tidung Island with my favorite crayon color

Maybe, it’s only Tidung Island, an Island in Thousands Islands. Maybe it’s far from luxurious holiday. But going there with SPECIAL Friends, friends who always Support me, Pray for me, Encourages me, Care for me, Inspire me, give me Advice, and Love me is another story 🙂

Knowing that My Best Friends love me that much

One of the best feelings in the world is knowing that you are loved back by those who you love. I’ve known that my best friends love me. But since life has been different after graduate from university realizing how much they love me is such another extra power to make me get through even the hardest day in this year. Thanks for always being there, thanks for being you, and thanks for loving me for who I am. I know our friendship is deeper than how people see it 🙂

Believing the Power of God, more and more

Do you know how it feels when you know that God always hear you? Maybe He doesn’t always fulfill my wishes but He knows what’s best for me, what I need, not just what I want. Even, in my darkest night, I know that He won’t leave me alone. He will send me guidance to the light. And one thing for sure, God loves me. He loves me so much.

Maybe, you see what I’ve been through in 2012 are just simple and not special. Yes, it is. But those simple thing has light up my world, I can’t thank God enough for those gifts and other gifts that I don’t write here along 2012.

So, God… Thanks for 2012. Please let me be a better person in 2013. Please don’t release my hand and don’t let me walk alone in my path. If I walk on the wrong path please hold my hand tighter and lead me to the right path. Please don’t ever let me be arrogant person. Please always remind me to realize that I am still no one and there are lots of people out there who’s better than me. Please give me virtue so I could understand more, learn more, see more, hear more, and more worthwhile. And God, let me be a delighter to people around me, don’t let me be their burden. Please let me share happiness, and joyfulness to them. Amen. 🙂