Hanya Pagi Ini

Pagi ini tidak ada secangkir kopi pahit di atas meja kerjaku. Seandainya kamu ada di sini, aku yakin kamu akan tersenyum senang karena merasa berhasil menyingkirkan penyebab utama insomniaku di awal hariku.

Pagi ini cangkir yang biasa terisi kopi pahit yang kau benci kuganti isinya dengan teh hangat ditambah susu yang agak kebanyakan. Seandainya kamu ada di sini, kamu pasti mengomentari kadar susunya. Akan membuatku gendut katamu. Tapi tidak apa, toh kamu tidak ada di sini.

Pagi ini, aku tidak ingin merasakan pahit seperti biasanya. Aku sedang tidak ingin ditemani pahit yang selalu berhasil membuatku tersadar bahwa hidup tidak selalu manis.

Pagi ini, aku ingin ditemani rasa manis karena tanpa kopi pun sudah terasa pahit menyadari kamu tidak di sini. Seperti yang dulu selalu kamu lakukan. Kamu muncul kemudian hilang. Pagi ini pun begitu. Kamu hilang lagi.

Pagi ini. Hanya pagi ini. Biarlah kenyataan yang pahit terlupakan dengan isi cangkirku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s