Hujan Sore

Sore ini hujan. Untukku, hujan di sore hari tidak sama dengan hujan-hujan lain.

Banyak sekali memoriku dengan nenekku yang terbentuk di kala hujan sore. Kami berbincang tentang segala hal, menghirup aroma tanah yang basah di teras rumah sambil ditemani secangkir kopi untuk beliau dan segelas susu vanilla hangat untukku. Mulai dari cerita lucu yang membuat perut sakit karena terpingkal, sampai semua tumpahan emosiku yang berakhir dengan senggukan reda di pelukan beliau. Sejak beliau tidak ada, ntah sudah berapa banyak hujan sore yang turun. Dan setiap hujan sore selalu mengingatkanku pada beliau. Terutama sore seperti ini. Disaat aku berada pada titik terendahku. Merasa tidak dimengerti, ingin meledak, ingin bicara pada seseorang yang benar-benar bisa mengerti aku, ingin dipeluk,ingin ditenangkan. Ingin beliau ada di sisiku.

Mungkin hanya sugestiku atau hanya imajinasiku yang senang bermain dengan hujan. Setiap hujan sore, ntah mengapa, aku selalu percaya beliau ikut turun bersama air-air yang membasahi bumi. Turun di teras rumahku kemudian duduk di sampingku, menemaniku, mendengarkan semua keluh kesahku, membiarkan aku menangis sampai akhirnya tangisku reda dengan sendirinya. Bagiku, hujan sore berbeda dengan hujan-hujan lainnya. Namun, semua hujan sore selalu sama. Sewaktu beliau masih ada, ataupun sekarang setelah beliau sudah tiada. Hanya satu hal yang berbeda. Dulu aku perlu pelukan beliau untuk menenangkanku, sekarang aku harus bisa menenangkan diriku sendiri tanpa pelukan beliau. Tetapi, memori bersama beliau di setiap hujan soreku dulu, adalah bentuk lain dari pelukan beliau yang kasat mata. Maybe she no longer can hug me like she used to do, but memories about her hug me to replace her presence.

“You can’t see their smile or bring them food or tousle their hair or move them around a dance floor. but when those senses weaken, another heightens. Memory. Memory becomes your partner. You nurture it. You hold it. You dance with it.”

– Marguerite

5 thoughts on “Hujan Sore

  1. rocksmith27 says:

    am i the first one comment?
    well how i wish it’s true hehehe
    oke.. ceritanya heumh…
    ringan.. indah dan menyentuh..
    ya.. itu.. cukup itu.. hehehe
    bisa kaka tebak aku siapa?
    don’t😉

      • rocksmith27 says:

        wow really?? well i’m glad ^_^
        knp ga banyak yang tau?
        sayang bgt blog dgn konten yang bagus seperti punya kaka ga banyak yg tau.. wah.. harus aku kerahkan pasukan nih wkwkwkw

        You know me? OMG.. i hope not..
        wah wah…. malu aku kalau kaka tahu aku yang sebenarnya wkwkwkw
        ngga ko ka.. aku bukan rocksmith27..
        i swear wkkwkwkw
        jgn main ke wpku ka…
        malu hehehehe banyak hal yang memalukan

      • sarasvvati says:

        yes, really.
        kenapa ga banyak yang tau? karena ntah lah. hahahaha. i don’t involve in any blogger community. bikin blog ini juga emang ga diseriusin sih. jadi ngapain juga dipromosiin hahahaha.
        hmmmm? so who are you actually? jangan-jangan… kamu…

      • rocksmith27 says:

        aku.. adalah hujan sore yang selalu membawa melankoli dalam hatimu~
        ga diseriusin juga udah bagus..
        gmn klo diseriusin? wkwkwk
        btw kk udah pake wp yg premium ya?
        soalnya domainnya udah gada embel” wordpress.com lagi 😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s