PeWe Crews on Indonesia Independence Day

Dirgahayu Ke-70 Indonesiaku

17 Agustus tahun empat lima
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka, nusa dan bangsa
Hari lahirnya Bangsa Indonesia

Merdeka!

Sekali merdeka, tetap merdeka!
Selama hayat masih di kandung badan

Kita tetap setia, tetap sedia
Mempertahankan Indonesia
Kita tetap setia, tetap sedia
Membela negara kita

Lagu “Hari Kemerdekaan” selalu berkumandang hampir di semua stasiun televisi nasional selama bulan Agustus. Jelas saja, karena memang Bulan Agustus merupakan bulan yang spesial bagi Bangsa Indonesia. Pada tanggal 17 Agustus, tujuh puluh tahun yang lalu, Bung Karno (Presiden pertama Indonesia) memproklamirkan kemerdekaan Negara Indonesia dari penjajahan yang selama ratusan tahun. Tanggal 17 Agustus merupakan kelahiran satu negara baru: Republik Indonesia.

Dulu, sewaktu saya masih sekolah, tanggal 17 Agustus terasa begitu spesial karena akan ada upacara bendera dan saya selalu senang sekali jika ditunjuk menjadi petugas upacara, apalagi upacara pada tanggal 17 Agustus. Setelah itu, dilanjutkan dengan serangkaian lomba untuk memperingati Hari Kemerdekaan kita, mulai dari tarik tambang, balap karung, makan kerupuk, panjat pinang, dan lain-lain. Ketika saya menonton televisi pun, setelah pemutaran siaran langsung upacara pengibaran Bendera Merah Putih di Istana, diputarkan banyak sekali liputan dari berbagai penjuru negeri tentang betapa meriah dan semaraknya Bangsa Indonesia merayakan hari kemerdekaan, ditambah lagi beberapa napak tilas detik-detik kemerdekaan yang mengajarkan kita, sebagai generasi penerus bangsa untuk bisa menghargai jasa para pahlawan, dan mengingatkan kita untuk menjadi warga negara yang berguna bagi negara, bangsa, dan tanah air. Betapa hebatnya rasa nasionalisme yang saya rasakan di setiap tanggal 17 Agustus ketika saya masih sekolah dulu.

Lalu, bagaimana dengan sekarang?

Sejak saya lulus sekolah, upacara 17 Agusuts bukan lagi menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Saya pun sudah tidak tertarik untuk ikutan upacara. Saya lebih memilih menonton siaran televisi, melihat Bendera Merah Putih dikibarkan di Istana. Saya pun tidak tertarik sama sekali mengikuti lomba ataupun menjadi panitia acara “tujuh belas-an”. Terlebih lagi setelah saya mulai bekerja, saya menyukai tanggal 17 Agustus sebatas sebagai hari libur tambahan. Yang lebih parah lagi, semangat saya tidak lagi terbakar ketika saya menonton tayangan di televisi yang bukan lagi menunjukkan keriaan hari kemerdekaan, ataupun mengingatkan kita untuk menjadi warga yang berguna bagi bangsa dan tanah air. Justru di hari kemerdekaan ini saya melihat walaupun semua acara televisi bertemakan “Hari Kemerdekaan”, namun sebagai penonton saya merasa diarahkan untuk menyangsikan pemerintahan, saya diajak untuk mengadili pemerintah, saya digiring untuk menjadi warga yang tidak bisa mencintai negeri tempat saya dilahirkan, dididik, dibina, dan mencari nafkah.

Saya kesal sekali menonton acara-acara televisi tersebut terutama di hari kemerdekaan seperti hari ini. Tetapi, sekejap kemudian, saya berpikir… Apa gunanya saya marah-marah? Kenapa saya harus terbawa arus? Ini hari kemerdekaan bukan? Saya pun harus merdeka dari hasutan media dan politik! Ok, mungkin kata “hasutan media dan politik” terlalu kasar, tetapi itulah yang saya rasakan. Sebagai generasi penerus, rasanya tidak pantas bagi saya dan teman-teman di generasi saya untuk ikut-ikut menilai dan membenci pemerintahan. Bukankah seharusnya kita menjadi generasi yang bisa memberikan solusi? Mengapa kita tidak menjadi seperti Ridwan Kamil, Walikota Bandung? Melakukan hal terbaik untuk tanah kelahiran yang kita cintai? Mengapa kita tidak menjadi seperti Nadiem Makarim, pendiri dan CEO Go-Jek? Menjadi bagian dari solusi kesemerawutan Ibukota? Walupun kuliah di luar negeri, dan bisa bekerja di sana, keduanya memilih untuk kembali ke Tanah Air dan melakukan sesuatu untuk Negeri yang disayangi. Begitupun Pak Habibie yang kepintarannya sudah diakui di dunia internasional, tetapi beliau selalu kembali dan memilih memajukan Indonesia. Bukan hanya mereka, kita pun bisa melakukan banyak hal untuk Indonesia. Mungkin apa yang bisa kita lakukan saat ini bukanlah sesuatu yang besar. Tapi, bukankah semua hal besar selalu dimulai dari sebuah langkah kecil? Saya percaya baik Pak Habibie, Ridwan Kamil maupun Nadiem Makarim hanya tiga contoh dari generasi hebat penerus bangsa. Masih ada orang-orang hebat lainnya, dan saya, kamu, kita semua pun bisa menjadi seperti mereka. Menjadi orang hebat yang bangga pada negaranya, dan terus berjuang demi mewujudkan Indonesia hebat.

PeWe Crews on Indonesia Independence Day

Semoga saja. Semoga tahun ini langkah kecil saya dan dua orang teman saya (@natyashina dan @pritananda7) di foto bisa segera terealisasi dan menjadi sesuatu yang berarti untuk Indonesia di masa depan. Amiin!

#IRREPLACEABLESHARON Day 14

#IRREPLACEABLESHARON Day 14: favorite The Corrs concert . Cc: @Sharon_Corr . The Corrs Live in Indonesia! Even though I didn’t come and see them on the concert because I was still 11 years old and my mommy didn’t allow me to, but imagining them played and had fun in my country is such an exciting moment. I repeatedly play the video downloaded from youtube. Cannot wait to see them having a concert in Indonesia once again! And I will come to their concert! I promise!

#ISC

#IRREPLACEABLESHARON 30 Days Challange!

Hi guys! @sharon_corr fan in Indonesia must be know that Sharon will perform in Konser Takkan Terganti Yovie (#IRREPLACEABLE Concert) in Jakarta on September 24. To welcome our lovely Sharon, I and @amandakuswandi make this 30 days #IRREPLACEABLESHARON challenge!
If you’re a big fan of Sharon, we would be very happy if you participate the challenge. The challenge will be started on August 26 and finish right on the IRREPLACEABLE Concert. Continue reading

If Twitter already there at 1945…

nandojamur:

  • @sutansjahrir: Just heard the news at BBC. Japan surrenders themselves to Alliances. W00t!
  • @wikana: @sutansjahrir – SRSLY?
  • @darwis: @sutansjahrir – Yea. Heard it too @ BBC. Kewl.
  • @sutansjahrir: @wikana – Yep. Tune your radio to BBC.
  • @wikana: Just heard the news at BBC. T3H NEWS. W00T!
  • @darwis: That atomic bomb should be helluva gigantic huge.
  • @chaerulsaleh: @wikana @sutansjahrir – Yep. Just now.
  • @chaerulsaleh: @sutansjahrir @wikana @darwis – Check your DM. Got something to tell ya.
  • @darwis: @chaerulsaleh – Net is suck here. Will check the DM later.
  • @sutansjahrir: @chaerulsaleh – Have read your DM. Anybody following @soekarno here?
  • @wikana: @sutansjahrir – Got @hatta at my friends list. Will do?
  • @darwis: Okay. Back online with much better connection 😀
  • @maeda: Waiting for news from Tokyo
  • @hatta: Whoa. The news is surprising.
  • @darwis: @sutansjahrir @chaerulsaleh @wikana – Whoa whoa guys. Should we talk to @maeda first?
  • @darwis: The Net is pretty suck here. Maybe because of Hiroshima and Nagasaki. Meh.
  • @wikana: Welcoming @soekarno. Hello good sir 🙂
  • @maeda: @darwis – I heard my name being mentioned. What happened? *popped in*
  • @soekarno: “To be or not to be. That is the question.”
  • @soekarno: @wikana – Hello to you too 🙂
  • @wikana: @soekarno – Could you check your DM sir? Some urgent stuffs here.
  • @soekarno: @wikana – Haz replied your DM. Thanks.
  • @darwis: @maeda – We might need some of your help.
  • @maeda: @darwis – Anytime dude.
  • @wikana: @soekarno – Pray for me, good sir. Was that your final answer?
  • @wikana: Some stuffs need to be done. Fast.
  • @soekarno: @wikana – Yes.
  • @hatta: The press is going crazy.
  • @maeda: Why I feel such a bad feeling today?
  • @hatta: @maeda – Hi there. You okay?
  • @chaerulsaleh: Swift as the wind.
  • @maeda: @hatta – Yes 🙂 Thanks for the concern.
  • @maeda: Offline. Tons of things to do.
  • @sutansjahrir: @maeda – Bye *waves*
  • @sutansjahrir: “Do or do not, there is no try.”
  • @hatta: I think bad feeling is contagious. Somehow I feel uneasy too 😐
  • @hatta: Off now. Need to take rest.
  • @soekarno: Sleepy. Off now.
  • @sutansjahrir: @chaerulsaleh @wikana @darwis – Check your DM again guys.
  • @chaerulsaleh: @sutansjahrir – Have read it. OK.
  • @wikana: Final decision. Tonight.
  • @darwis: @sutansjahrir – Right-o.
  • @soekarno: Online. On my way to Rengasdengklok.
  • @hatta: Going to Rengasdengklok. Good grief, are these guys never sleep? *yawns*
  • @soekarno: Wee-hours trip with kids. Wow-zie.
  • @wikana: Rengasdengklok. Hot debate.
  • @sutansjahrir: Mr. Ahmad Subarjo is here!
  • @darwis: I think I just saw flying tables…
  • @wikana: @darwis – Nobody is throwing tables.
  • @darwis: @wikana – How did you know? 😛
  • @wikana: @darwis – Because I sit right beside you. That’s why. And I see the whole thing.
  • @chaerulsaleh: @wikana @darwis – Good grief you guys.
  • @sutansjahrir: @wikana @darwis @chaerulsaleh – We sit in the same table yet WE TWEET WITH EACH OTHER?
  • @soekarno: @sutansjahrir @wikana @darwis @chaerulsaleh – Hi guys 😀
  • @hatta: Sleepy…
  • @hatta: The meeting is adjourned. Now we are wondering where we could continue the meeting.
  • @wikana: Anybody got house that we could go barge in for a meeting? Anybody?
  • @maeda: Just woke up. The whole gank was in front of me.
  • @darwis: @maeda – Terribly sorry sir. We need your house for a meeting.
  • @maeda: Apparently this is the meaning of ‘bad feeling’ that I got this morning 😐
  • @sutansjahrir: Apparently @maeda haz nice house.
  • @hatta: Another person coming in. Mr. Nishimura.
  • @soekarno: Good grief. Another heated up debate.
  • @maeda: I hate for being in the middle 😐
  • @hatta: … And I thought being independent is a right for humankind…
  • @maeda: *yawns*
  • @soekarno: Would somebody please hand me some bricks to throw?
  • @hatta: Typing the stuffs down. With @soekarno, @sayutimelik and some other guys.
  • @soekarno: The text is being typed by @sayutimelik and I need some good coffee now. Thanks.
  • @hatta: I’m signing history right now.
  • @soekarno: Completely amazed. Wow. Just wow.
  • @maeda: Oh. it finished already. Goodie. Breakfast, anyone?
  • @soekarno: @maeda – Hey, thank you very much 🙂
  • @hatta: So. Ikada? Naaah, didn’t think so 😐
  • @soekarno: … And now my house is going to be a part of history.
  • @soekarno: Need to ask my wife to find the flag that she made several days ago. @fatmawati, have you woke up yet?
  • @hatta: OTW to @soekarno’s house.
  • @soekarno: A little bit lunatic at my house 😐
  • @soekarno: Going giddy about reading a thing that would change this nation’s history forever.
  • @hatta: @soekarno – Hey, you can do it.
  • @soekarno: Feeling instant pride deep inside. I will never get tired of it. “Proklamasi…”
  • @hatta: You know that feeling of pride and awesomeness? Yeah, I’m on it now.
  • @wikana: @soekarno – WHOAH! CONGRATULATIONS!
  • @darwis: @soekarno @hatta – GOOD WORK! CONGRATS!
  • @chaerulsaleh: FREEDOM! FREEDOM FOR ALL!
  • @sutansjahrir: Just screamed out loud “FREEDOM!” outside. As Archimedes said it, “EUREKA!”
  • @soekarno: Still humming ‘Indonesia Raya’